Banjir Bandang Melanda Beberapa Desa di Probolinggo Rabu Malam

Banjir bandang baru-baru ini melanda beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menciptakan situasi yang mengkhawatirkan bagi masyarakat setempat. Kejadian ini terjadi pada malam Rabu, 21 Januari, ketika intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam area pemukiman.

Di antara daerah yang terdampak adalah Dusun Sumberbanger di Desa Opo-opo dan Dusun Krajan II di Desa Jatiurip, keduanya terletak di Kecamatan Krejengan. Situasi semakin parah saat air merendam jalan dan rumah, mengakibatkan aktivitas masyarakat menjadi terhenti.

Di lokasi yang sama, Dusun Patemon di Kelurahan Sidomukti dan Dusun Poreng di Desa Sidomulyo juga merasakan dampak serius akibat banjir ini. Banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga fasilitas umum serta lembaga pendidikan, menambah kekhawatiran warga.

Evaluasi Situasi dan Dampak Banjir di Probolinggo

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menjelaskan bahwa banjir mengakibatkan lumpuhnya berbagai aktivitas masyarakat. Kesulitan semakin bertambah ketika banyak rumah terendam air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari setinggi betis hingga paha orang dewasa di beberapa tempat.

Warga yang terkena dampak banjir jelas memerlukan perhatian serius. Situasi ini mendorong pihak berwenang untuk melakukan tindakan cepat, seperti menyediakan nasi bungkus bagi mereka yang tidak bisa memasak akibat kondisi terkepung air.

Ugas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih ada dalam beberapa hari ke depan. Tindakan pencegahan perlu dilakukan agar situasi serupa tidak terulang di masa mendatang.

Langkah Penanganan dan Tanggapan dari Pemerintah

Pada malam kejadian, pemerintah setempat telah menggerakkan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk turun ke lokasi terdampak. Tim ini berfungsi untuk melakukan evaluasi dan penanganan darurat di lapangan.

Ugas dan timnya melakukan pengecekan langsung di beberapa titik yang terpengaruh untuk memahami lebih dalam tentang penyebab banjir. Dari hasil survei tersebut, ditemukan bahwa kebersihan sungai dan bahu sungai menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah terjadinya banjir di masa mendatang.

Pemerintah juga mengidentifikasi kondisi pendangkalan beberapa titik sungai yang berpotensi menjadi penyebab banjir. Oleh karena itu, langkah normalisasi sungai akan segera dilakukan untuk memperbaiki kondisi yang ada dan mencegah terulangnya bencana serupa.

Perhatian terhadap Lingkungan dan Edukasi Masyarakat

Pentingnya menjaga fungsi sungai diungkapkan oleh Ugas sebagai salah satu solusi jangka panjang. Ruang sempadan sungai harus dijaga dari bangunan dan hambatan lain yang dapat menghalangi aliran air, terutama ketika hujan deras mengguyur daerah tersebut.

Eduksi bagi masyarakat juga harus menjadi perhatian. Ulasan mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai dan area sekitarnya perlu disampaikan agar masyarakat memahami peran mereka dalam pencegahan bencana alam. Kesadaran lingkungan menjadi salah satu kunci dalam menangani masalah seperti ini.

Pemkab Probolinggo menyadari bahwa setiap bencana, termasuk banjir, seharusnya menjadi kesempatan untuk evaluasi. Hal ini bertujuan agar langkah-langkah penanganan untuk bencana di masa depan dapat lebih efektif dan menyeluruh.

Related posts